Perusahan Disarankan Punya COVID Rangers, Semacam Satgas COVID-19 di Kantor

Kabar Terbaru Covid19, Jakarta – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengusulkan agar setiap perusahaan memiliki tim penanganan COVID-19 di kantor. Semacam Satgas COVID-19 khusus di tempat kerja.

“Semacam COVID Rangers,” kata Plt Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI, drg Kartini Rustandi MKes dikutip dari siaran langsung di kanal Youtube BNPB Jakarta pada Selasa, 25 Agustus 2020.

Hal ini didasari semakin maraknya klaster perkantoran COVID-19 akhir-akhir ini. Aktivitas yang meningkat, sudah sepatutnya prosedur kesehatan bukan lagi difokuskan untuk individu saja, tapi seluruh orang yang berada di tempat kerja tersebut.

“Semua kantor perlu memerhatikan perlindungan kesehatan masyarakat,” kata Kartini.

Baca Juga

  • Rincian 11 Klaster Penularan COVID-19 di Perkantoran Jawa Barat
  • Rincian 90 Perkantoran yang Jadi Klaster COVID-19 di DKI Jakarta
  • Klaster Perkantoran COVID-19 DKI Jakarta karena Karyawan Terpapar di Lingkungan Kerja?

Penting bagi Satgas COVID-19 di kantor untuk mengingatkan seluruh karyawan selalu pakai masker. Sebab, pada beberapa aktivitas, karyawan lupa untuk pakai masker. Misal, habis salat dan sesudah makan siang.

“Satgas COVID-19 di kantor juga bertugas kalau ada yang positif atau mendapatkan informasi keluarganya positif harus bagaimana. Kantor pun harus tahu contact tracing,” kata Kartini.

Pada kesempatan itu Kartini menjelaskan bahwa Menteri Kesehatan telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No. HK.01.07-MENKES-328-2020 tentang Panduan Pencegahan Pengendalian COVID-19 di Perkantoran dan Industri.

Hal tersebut wajib diterapkan di setiap sektor perkantoran dan industri pada masa adaptasi kebiasaan baru atau New Normal.

Perlu diingat bahwa faktor terbesar yang menyebabkan munculnya klaster perkantoran COVID-19, kata Kartini, lantaran pekerja abai terhadap protokol kesehatan.

“Presiden sudah mengatakan soal kampanye masker. Kampanyenya jangan cuma pakai masker, tapi pakai masker yang baik dan benar. Seringkali hanya menutup mulut atau taruh di dagu, padahal yang benar menutupi area hidung, mulut, sampai dagu,” kata Kartini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Perubahan Atas Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor P-002/DJ.III/Hk.00.7/03/2020 Tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan CO

Kam Sep 3 , 2020
Surat Edaran Nomor: P-003/DJ.III/HK.00.7/04/2020 Detail: Tipe: Dokumen Format: PDF Jumlah Halaman: 3 Ukuran: A4 Unduh Materi