4 Cara Cerdas Mengatasi Atasan yang Suka Menuntut Saat WFH

Harap diperhatikan, menjaga kesehatan lebih baik daripada meresikokan jiwa dan fisik anda. Selalu patuhi aturan kesehatan yang berlaku.

Pakai masker, jaga jarak, dan hidup sehat.

Berbeda dari kebiasaan kerja sebelumnya, selama pandemi terjadi dan hampir semua perusahaan menerapkan sistem Work from Home (WFH), tentunya banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Mau tak mau kita harus bergantung dengan koneksi internet, komunikasi langsung terbatas, jadwal meeting yang padat, tenggat waktu kerja makin pendek, tuntutan KPI yang tidak masuk akal, belum lagi harapan untuk merespons 24/7 panggilan, SMS, dan e-mail hingga bisa jadi akhir pekan kamu pun mungkin menjadi bagian dari jadwal kerja “biasa”.

Lalu, di tengah semua tantangan itu bagaimana jadinya kalau atasan pun ikut-ikutan suka nuntut. Belum selesai kamu berhadapan dengan beban kerja di tengah kondisi WFH, ditambah makin dibuat gregetan dengan urusan bos yang suka menuntut. Dilemanya bisa jadi bikin kamu stres setiap hari.

Tapi, bukan berarti kamu tidak punya cara buat mengubah kondisinya, lho. Masih ada kok caranya! Bagaimana caranya menghadapi atasan dengan baik saat WFH? Ikuti tip ini!

Baca juga: Selain Gaji, Ini Hak-hak Seorang Karyawan yang Harus Kamu Ketahui

Coba Pikir Itu Tuntutan atau Tantangan Buatmu?

Terkadang, kita lupa untuk melihat segala permasalahan secara netral atau dari berbagai sudut pandang. Kamu pasti pernah berpikir kalau kerjaanmu selama WFH ini tidak ada habis-habisnya, tenggat waktu kerja makin pendek, tuntutan KPI yang tidak masuk akal, belum lagi harapan untuk merespons 24/7 panggilan, SMS, dan e-mail. Sesekali mengeluh mengenai kerjaan boleh, lho. Tapi, kamu harus tahu bagaimana caranya untuk mengembalikan semangat kerja kembali.

Mau ngeluh terus atau malah kamu bisa melihat kalau semua kondisi yang kamu hadapi sekarang ini adalah tantangan baru buatmu? Coba lihat juga dari sisi berbeda, bagaimana pun kadang kala manager atau bos pasti lebih tahu yang terbaik. Dan pada akhirnya, semua strategi yang dilakukan demi kelancaran operasional perusahaan, bukan?

KPI Mulai Tidak Masuk Akal?

Demi kepentingan bisnis bertahan di tengah kondisi pandemi ini, beberapa perusahaan memang akhirnya mencoba berbagai cara dan strategi baru. Well, kalau atasanmu sudah mulai nuntut untuk raih KPI double atau lebih tinggi dari biasanya, jangan langsung bilang tidak bisa dan menyerah. Tandanya, ia memberi kepercayaan padamu dan juga seluruh tim untuk menangani proyek yang sedang dicoba dijalankan.

Bagaimana cara yang efektif untuk menghadapi tuntutan ini? Pertama, tentunya jangan pernah ragu untuk meminta arahan dari atasanmu. Tanyakan secara detail apa yang ia inginkan, dan tujuan perusahaan meminta KPI tersebut. Cari tahu juga bagaimana struktur prioritasnya bila dibanding dengan proyek lainnya? Berapa lama proses setiap proyeknya? Lalu, minta arahan dia untuk metode terbaik.

Micro-Manage

Kadang kala atasan selalu mengecek setiap saat progress karena dia mau tahu update dan kinerjamu. Beberapa orang mungkin bisa merasa kewalahan dan ribet karena harus update setiap saat. Namun, untuk menunjukkan inisiasi baik darimu tunjukkan padanya bagaimana kemampuanmu memegang setiap proyeknya. Laporkan prosesnya tanpa harus dia minta. Lama-lama, atasanmu akan mulai percaya dan akan mempercayai kamu untuk bekerja sendiri. Ingatlah, di tengah masa sulit seperti ini, kalau ada kabar baik dan proses satu proyek berjalan dengan lancar pasti akan menjadi pemacu semangat untuk rekan kerjamu juga.

Baca juga: Simak Jenis-jenis Asuransi yang Perlu Dimiliki Seorang Freelancer

Work-Life Balance

Nah, poin terakhir ini pastinya juga jadi kendala buatmu dan juga dirasakan semua orang. Selama masa WFH, lembur dan mesti balas semua chate-mail, atau telepon 24/7 kadang kala memang tidak bisa dihindarkan. Tapi, kamu juga harus menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Jangan sampai keasyikan kerja lalu mengabaikan kesehatan dan jam istirahatmu. Bicarakan padanya, kalau kamu bisa membicarakan semua perihal kerjaan selama masa kerja, tapi begitu jam kerja selesai dan saat akhir pekan kamu akan merespons namun akan sedikit terlambat. Win-win solution, right?

Semoga berbagai tip ini bisa kamu lakukan dan memperlancar pekerjaanmu. Di tengah kondisi sulit dan penuh ketidakpastian seperti saat ini, pada akhirnya kita harus sama-sama saling bertahan dan menjaga. Selama kamu masih memiliki pekerjaan, artinya kamu harus bertanggung jawab dengan semua beban kerja yang ada. Meski kadang membuat stres dan gregetan dengan atasan yang kerap menuntut, kamu harus tetap berjalan bersama demi kelancaran operasional perusahaan. Semangat terus ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

The latest Newsletter of the WHO Chemical Risk Assessment Network - Autumn 2020

Jum Sep 25 , 2020
<p><a href="https://www.who.int/docs/default-source/chemical-safety/chemical-risk-assessment-network/newsletter16-autumn2020.pdf?sfvrsn=6baed94a_2">Newsletter issue n. 16: Autumn 2020</a></p>